Loading...

SHE Departemen

PT SERVO LINTAS RAYA

Program Ergonomis

Program Ergonomis Higiene Industri SLR

Program Ergonomis PT Servo Lintas Raya

Program Ergonomis di bawah naungan Divisi SHE PT Servo Lintas Raya (SLR) adalah upaya untuk menyesuaikan pekerjaan dengan pekerja serta mengoptimalkan kenyamanan pekerja—bukan sebaliknya. Dalam lingkungan hauling batubara, operator sering terpapar pada posisi duduk yang lama, getaran (Whole Body Vibration), dan gerakan berulang (repetitive motion) yang dapat memicu cedera muskuloskeletal dan kelelahan kronis.

Program Ergonomis ini merupakan kunci untuk mengurangi risiko fisik jangka panjang dan meningkatkan efisiensi kerja.

1. Ergonomi Fisik: Melindungi Tubuh dari Gerakan Berulang

Fokus utama adalah pada operator alat berat dan teknisi maintenance yang sering mengalami beban kerja statis dan dinamis.

  • Penyesuaian Stasiun Kerja Hauling:
    • Desain Kursi: Memastikan kursi truk hauling memiliki suspensi udara yang berfungsi optimal untuk memitigasi getaran ke seluruh tubuh (Whole Body Vibration). Kursi harus dapat disesuaikan penuh untuk mendukung postur netral operator selama shift panjang.
    • Penempatan Kontrol: Memastikan tuas, pedal, dan kontrol radio diletakkan pada posisi yang mudah dijangkau operator tanpa perlu memutar atau meregangkan tubuh secara berlebihan.
  • Ergonomi Maintenance: Menganalisis tugas teknisi di workshop (misalnya, membongkar ban, welding) untuk mengidentifikasi gerakan mengangkat manual yang berisiko. Intervensi dilakukan dengan menyediakan alat bantu mekanik (lifting aids) atau mengatur ketinggian bench kerja untuk mencegah postur membungkuk berlebihan.

2. Program Peregangan dan Rest Break Aktif

Mengatasi masalah kelelahan statis dan kejenuhan otot akibat duduk lama dengan kegiatan peregangan dan istirahat aktif.

  • Peregangan Wajib (Stretching): Mengintegrasikan program peregangan ringan yang wajib dilakukan di awal shift (Toolbox Meeting) dan saat rest break terstruktur. Peregangan ini dirancang khusus untuk mengurangi ketegangan di leher, bahu, dan punggung bawah yang umum dialami driver.
  • Job Rotation atau Job Enlargement: Menganalisis kemungkinan rotasi tugas atau menambah variasi pekerjaan untuk mencegah kejenuhan dan beban kerja berulang pada satu kelompok otot.

3. Ergonomi Kognitif: Mengurangi Beban Mental

Ergonomi tidak hanya mencakup fisik, tetapi juga bagaimana informasi disajikan dan diproses untuk membantu operator bekerja secara optimal.

  • Desain Rambu dan Panel Kontrol: Memastikan rambu HSE dan tampilan informasi di kabin truk mudah dibaca (kontras warna tinggi dan visibilitas jelas) untuk mengurangi beban mata serta mempercepat reaksi operator.
  • Manajemen Peringatan (Alarm Fatigue): Menganalisis frekuensi dan jenis alert dari sistem seperti DMS dan FMS agar peringatan yang muncul benar-benar relevan, sehingga operator tidak kehilangan fokus akibat kejenuhan alarm.

Melalui Program Ergonomis, Divisi SHE SLR berupaya mengurangi risiko cedera tulang belakang, carpal tunnel syndrome, dan ketegangan otot. Program ini menjaga kesehatan jangka panjang pekerja, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung efisiensi dan keselamatan operasional perusahaan.