Loading...

SHE Departemen

PT SERVO LINTAS RAYA

Medical Check-Up

Program Medical Check-Up (MCU)

Medical Check-Up PT Servo Lintas Raya

PT Servo Lintas Raya (SLR), di bawah naungan Titan Group, menempatkan Kesehatan Kerja (Occupational Health) sebagai pilar utama dalam Safety Risk Management. Program Medical Check-Up (MCU) bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan investasi strategis untuk memastikan setiap karyawan—terutama operator hauling—berada dalam kondisi prima (Fit-to-Work) saat menghadapi lingkungan kerja yang menantang.

Prinsip Utama: Dari Deteksi Dini menuju Intervensi Cepat. Program MCU SLR bersifat berbasis risiko, artinya pemeriksaan disesuaikan dengan bahaya yang paling dominan di lokasi kerja: kebisingan, debu, dan beban kerja fisik berat.

MCU sebagai Alat Kontrol Risiko

1. MCU sebagai Alat Kontrol Risiko (Primary Prevention)

MCU berfungsi sebagai screening kesehatan wajib tahunan untuk mendeteksi potensi penyakit akibat kerja (PAK) sebelum berkembang.

  • Audit Kebisingan (Audiometri): Wajib bagi operator alat berat dan workshop. Pemeriksaan ini mengukur fungsi pendengaran untuk mendeteksi Noise-Induced Hearing Loss sejak dini. Hasilnya menjadi dasar untuk penegakan wajib penggunaan Ear Plug/Muff.
  • Audit Respirasi (Spirometri): Diperlukan bagi karyawan yang terpapar debu batubara dan silika di jalur hauling dan stockpile, guna mencegah gangguan pernapasan.
  • Kesehatan Jantung dan Metabolisme: Pemeriksaan EKG, gula darah, kolesterol, dan tekanan darah dilakukan karena faktor ini berperan besar terhadap risiko kelelahan dan serangan mendadak saat shift panjang.
Fatigue Management

2. Jembatan ke Fatigue Management (Kunci Fit-to-Work)

Hasil MCU menjadi data krusial dalam mengelola risiko kelelahan—risiko fatal nomor satu di jalan hauling.

  • Identifikasi Risiko Biologis: MCU mendeteksi kondisi seperti hipertensi dan obesitas yang dapat menyebabkan gangguan tidur, sleep apnea, atau kelelahan kronis.
  • Penentuan Kelayakan Kerja (Fit-to-Work): Tim Dokter Perusahaan menentukan apakah operator layak (Fit) atau tidak layak (Unfit) berdasarkan hasil MCU. Operator Unfit akan dialihkan atau diberikan penanganan intensif.
Health Campaign

3. Tindak Lanjut Proaktif (Health Campaign)

Program MCU tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi berlanjut pada intervensi aktif yang mendorong perubahan perilaku sehat.

  • Konseling Individu: Karyawan berisiko tinggi (misalnya dengan tekanan darah tinggi) mendapat konsultasi pribadi dan program perbaikan gaya hidup.
  • Penyusunan Program Kesehatan: Data MCU digunakan untuk menyusun kampanye seperti sosialisasi Fatigue Management dan program Gizi Seimbang di area mess hall.

Melalui program MCU yang terintegrasi, PT Servo Lintas Raya memastikan bahwa sumber daya terpentingnya — yaitu karyawan — selalu berada dalam kondisi kesehatan optimal untuk mendukung target Zero Accident perusahaan.