PT Servo Lintas Raya (SLR), sebagai bagian dari Titan Group, mengelola operasional logistik batubara dengan fokus pada pengendalian risiko fatal (Fatal Risk). Manajemen Risiko Keselamatan (Safety Risk Management) SLR dirancang secara berlapis, mengintegrasikan pengawasan manusia, teknologi, dan sistem administrasi yang ketat untuk memastikan setiap aktivitas berjalan aman, efisien, dan berkelanjutan.
Berikut tujuh pilar utama yang membentuk ekosistem Manajemen Risiko SLR:
Kontrol Administrasi & Sistem (Tata Kelola Risiko)
Pilar ini memastikan setiap tindakan keselamatan memiliki dasar prosedural dan legal yang kuat.
1. Document Control (Fondasi Legalitas dan Prosedural)
Fokus Risiko: Kegagalan sistem akibat prosedur yang usang atau tidak konsisten.
Peran Kunci: Pilar ini menjamin bahwa semua dokumen K3 — seperti SOP, Instruksi Kerja,
dan Formulir Inspeksi — selalu diperbarui, disahkan, dan terdistribusi dengan benar.
Document Control memastikan setiap aktivitas, mulai dari Safety Talk hingga Commissioning Unit,
dijalankan sesuai standar dan peraturan yang berlaku.
Kontrol Perilaku & Kondisi (Lapisan Deteksi Fisik)
Pilar ini berfokus pada verifikasi kondisi unit, lingkungan kerja, dan kesiapan operator sebelum operasi dilakukan.
2. Safety Inspection (Verifikasi Kesiapan)
Fokus Risiko: Kondisi unit tidak sesuai standar operasional.
Peran Kunci: Inspeksi harian (P2H) dilakukan operator untuk memeriksa rem, lampu, dan tekanan udara.
Selain itu, inspeksi APAR dilakukan untuk memastikan alat pemadam siap digunakan, dan
Commissioning Unit diterapkan sebelum unit baru atau setelah perbaikan besar diizinkan beroperasi.
3. Safety Patrol (Intervensi Perilaku Aktif)
Fokus Risiko: Pelanggaran Safety Rules dan kondisi tidak aman di lapangan.
Peran Kunci: Tim patroli HSE beroperasi 24/7 untuk mendeteksi pelanggaran, menghentikan
operasi unit yang berisiko tinggi, dan memberikan pembinaan langsung di lapangan, menjaga kepatuhan
dan kedisiplinan seluruh pekerja.
Kontrol Teknologi & Biologis (Lapisan Mitigasi Fatal Risk)
Pilar ini mengintegrasikan teknologi canggih untuk meminimalkan risiko akibat faktor manusia dan operasional.
4. Fatigue Management (Kontrol Kebugaran Operator)
Fokus Risiko: Kelelahan (fatigue) dan microsleep pada operator.
Peran Kunci: Menggunakan Driver Monitoring System (DMS) berbasis AI untuk mendeteksi
tanda-tanda kelelahan secara real-time. Deteksi ini memicu intervensi seperti Fatigue Break wajib,
serta dukungan program Fatigue Test acak untuk memastikan operator dalam kondisi Fit-to-Work.
5. Sidak Online (Pengawasan Digital Terpusat)
Fokus Risiko: Pelanggaran kecepatan dan perilaku mengemudi tidak aman.
Peran Kunci: Melalui Control Tower, tim HSE memantau data kecepatan dan DMS secara real-time.
Sidak Online menjamin kebijakan Zero Tolerance diterapkan secara menyeluruh dengan bukti rekaman digital.
6. Pembuatan & Pemeliharaan Sarana dan Rambu HSE
Fokus Risiko: Bahaya infrastruktur dan kegagalan alat proteksi.
Peran Kunci: Membangun dan merawat Safety Berms (tanggul pengaman),
memasang rambu reflektif yang terlihat jelas, serta memastikan seluruh sarana keselamatan
(seperti APAR dan rambu jalan) berfungsi optimal dan terpelihara sepanjang waktu.
Dengan mengintegrasikan tujuh pilar tersebut, PT Servo Lintas Raya memastikan bahwa setiap risiko diidentifikasi, dikendalikan melalui rekayasa dan teknologi, serta diperkuat dengan sistem administrasi yang solid untuk menjaga keselamatan setiap individu di lingkungan kerja.
Copyrights © 2025 - PT SERVO LINTAS RAYA