Loading...

SHE Departemen

PT SERVO LINTAS RAYA

Fisika Higiene Industri

Program Fisika Higiene Industri SLR

Program Fisika Higiene Industri PT Servo Lintas Raya

Program Fisika dalam Higiene Industri di PT Servo Lintas Raya (SLR) berfokus pada identifikasi, evaluasi, dan pengendalian faktor-faktor bahaya fisik di lingkungan kerja. Faktor-faktor ini, meskipun seringkali tidak terlihat, memiliki potensi besar untuk menyebabkan Penyakit Akibat Kerja (PAK) jangka panjang pada operator dan pekerja workshop.

Di SLR, program ini menjadi kunci dalam melindungi kesehatan operator truk hauling dari paparan energi berbahaya.

1. Pengendalian Kebisingan (Noise Control)

Kebisingan adalah bahaya fisik utama di lokasi SLR, terutama di area workshop, crusher, dan di dalam kabin truk hauling yang beroperasi terus-menerus.

  • Identifikasi Risiko: Melakukan Pengukuran Tingkat Kebisingan di berbagai area (Mapping Noise) dan membandingkannya dengan Nilai Ambang Batas (NAB).
  • Aksi Proteksi: Wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) pendengaran seperti Ear Plug atau Ear Muff di Zona Wajib Bising.
  • Kontrol Teknik: Memastikan isolasi suara pada kabin truk dan alat berat serta pemasangan peredam di area workshop dan genset.
Pengendalian Kebisingan PT Servo Lintas Raya

2. Pengendalian Getaran (Vibration Control)

Getaran dari mesin diesel besar dan kondisi jalan hauling yang tidak selalu mulus merupakan bahaya signifikan bagi kesehatan jangka panjang operator.

  • Identifikasi Risiko: Pengukuran getaran tubuh keseluruhan (Whole Body Vibration) pada kursi operator dan mengkorelasikan hasilnya dengan risiko gangguan tulang belakang.
  • Aksi Proteksi: Menetapkan durasi shift aman bagi operator yang terpapar getaran tinggi.
  • Kontrol Teknik: Penggunaan kursi bersuspensi (Air Suspension Seat) serta pemeliharaan rutin jalan hauling untuk mengurangi guncangan.
Pengendalian Getaran dan Iklim Kerja

3. Pengendalian Iklim Kerja (Heat Stress / Cold Stress)

Iklim kerja, seperti suhu dan kelembaban, juga merupakan bahaya fisik yang memengaruhi kinerja dan keselamatan.

  • Identifikasi Risiko: Mengukur Indeks Suhu Bola Basah dan Kering (ISBB) di area kerja outdoor dan workshop untuk menilai risiko Heat Stress.
  • Aksi Proteksi: Menyediakan air minum yang cukup, jadwal istirahat teratur pada suhu tinggi, serta memastikan AC kabin truk berfungsi baik.

4. Pencahayaan (Illumination)

Pencahayaan yang buruk meningkatkan risiko kecelakaan kerja secara signifikan.

  • Identifikasi Risiko: Melakukan pengukuran tingkat pencahayaan (Lux) di area workshop, pos kontrol, dan area kerja malam hari.
  • Aksi Proteksi: Menjamin penerangan darurat dan tower lamp berfungsi optimal serta mengontrol efek silau (glare) pada lampu kendaraan.

Program Fisika ini memastikan Divisi SHE SLR tidak hanya bereaksi terhadap cedera, tetapi secara proaktif merekayasa lingkungan kerja agar bahaya energi fisik dapat dikontrol dan kesehatan jangka panjang pekerja tetap terjaga.