Loading...

SHE Departemen

PT SERVO LINTAS RAYA

Program Psikososial

Program Psikososial di Bawah Hygiene Industri

Program Psikososial PT Servo Lintas Raya

Di PT Servo Lintas Raya (SLR), keselamatan tidak berhenti pada perlindungan fisik dari kebisingan atau debu. Dalam kerangka Hygiene Industri, Divisi SHE juga bertanggung jawab mengelola faktor psikososial — seperti stres, beban kerja, dan kualitas interaksi sosial — yang secara langsung memengaruhi kewaspadaan dan kinerja operator, terutama di jalur hauling yang beroperasi 24 jam.

Program Psikososial ini adalah upaya untuk mengendalikan bahaya non-fisik yang berpotensi memicu human error dan kecelakaan kerja.

1. Pengendalian Beban Kerja dan Fatigue

Risiko psikososial utama operator adalah stres dan kelelahan mental akibat ritme kerja yang monoton, tekanan target, dan jam shift yang panjang.

  • Audit Jam Kerja: Tim SHE mengawasi secara ketat kepatuhan terhadap durasi shift dan waktu istirahat minimum antar shift untuk mencegah over-scheduling yang dapat memicu kelelahan kronis.
  • Rotasi Tugas dan Monotonitas: Mengelola rotasi shift secara ergonomis guna meminimalkan gangguan ritme sirkadian serta memberikan edukasi mengenai pentingnya Fatigue Break.
  • Teknologi DMS dan Intervensi: Data dari Driver Monitoring System (DMS) digunakan untuk mendeteksi perilaku akibat stres seperti agresivitas mengemudi, yang kemudian diintervensi oleh tim Safety Patrol.
Faktor Psikososial di Lingkungan Kerja

2. Program Keseimbangan Hidup & Dukungan Sosial

Pekerjaan di lokasi terpencil (remote site) dapat menimbulkan stres isolasi dan konflik antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi.

  • Dukungan Konseling: Menyediakan layanan konseling atau psikolog bagi karyawan yang mengalami stres, kecemasan, atau kesulitan adaptasi dengan sistem kerja shift malam.
  • Fasilitas Rekreasi dan Interaksi: Menyediakan ruang sosial seperti area olahraga, TV bersama, dan kegiatan sosial untuk mengurangi perasaan terisolasi.
  • Edukasi Komunikasi: Memberikan pelatihan bagi Supervisor tentang komunikasi asertif dan manajemen konflik untuk menciptakan lingkungan kerja yang suportif.

3. Keadilan Organisasi dan Job Demand

Perasaan tidak adil, kurangnya apresiasi, atau ketidakjelasan peran dapat meningkatkan stres psikososial.

  • Kejelasan Peran dan Tanggung Jawab: Memastikan setiap operator dan supervisor memahami Job Description dan SOP mereka untuk mengurangi stres akibat ketidakpastian.
  • Pengakuan dan Penghargaan (Safety Award): Memberikan penghargaan bagi individu atau tim yang menunjukkan kinerja keselamatan luar biasa untuk meningkatkan motivasi dan perilaku positif.

Dengan mengelola faktor psikososial, PT Servo Lintas Raya memahami bahwa keselamatan fisik dimulai dari kesehatan mental yang stabil. Program ini memastikan bahwa pikiran operator terlindungi dari stres dan burnout, sehingga mereka dapat fokus 100% pada tugas kritis di jalur hauling.