Loading...

SHE Departemen

PT SERVO LINTAS RAYA

Program Kimia Higiene Industri

Program Kimia Higiene SLR

Program Kimia dalam Higiene Industri di PT Servo Lintas Raya (SLR) berfokus pada identifikasi, evaluasi, dan pengendalian bahan kimia berbahaya yang digunakan atau dihasilkan selama operasi hauling dan maintenance. Ini merupakan upaya Divisi SHE untuk melindungi pekerja dari paparan zat berbahaya (gas, uap, debu, atau cairan) yang dapat menyebabkan keracunan akut maupun penyakit kronis.

1. Inventarisasi dan Komunikasi Bahaya (Hazard Communication)

  • Inventarisasi Bahan: Tim SHE secara rutin mencatat semua bahan kimia yang digunakan di workshop (pelumas, oli, cairan pembersih, bahan bakar, cat) dan area pengisian (fueling area).
  • MSDS Wajib: Memastikan Material Safety Data Sheet (MSDS) atau Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB) tersedia, mudah diakses, dan dipahami oleh semua pekerja yang menggunakan bahan tersebut.
  • Pelabelan Standar: Wajib melabeli semua wadah bahan kimia sesuai standar GHS untuk mengidentifikasi bahaya secara visual.

2. Pengendalian Paparan Udara (Exposure Control)

  • Monitoring Udara: Pengujian udara ambien secara berkala di area workshop dan gudang kimia untuk mendeteksi uap pelarut, gas buang mesin, dan debu berbahaya.
  • Kontrol Teknik Ventilasi: Memastikan sistem ventilasi lokal (LEV) di workshop berfungsi optimal untuk menarik uap dan gas beracun dari zona pernapasan pekerja.
  • Kepatuhan NAB: Hasil pengukuran udara harus berada di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) sesuai regulasi.

3. Pengendalian Kontak Kulit dan Penanganan

  • APD Wajib: Penggunaan sarung tangan kimia, kacamata goggle, dan respirator sesuai jenis bahan kimia.
  • Prosedur Penanganan: Pelatihan rutin pemindahan dan penggunaan bahan kimia secara aman, termasuk pengenceran dan pencampuran.
  • Spill Prevention & Response: Menyediakan Spill Kit di area rawan dan melatih respons cepat terhadap tumpahan bahan berbahaya.

4. Integrasi Limbah Klinis (Limbah B3 Infeksius)

  • Klasifikasi dan Pemisahan: Limbah klinik seperti perban bekas, obat kadaluwarsa, dan jarum suntik diklasifikasikan sebagai Limbah B3 Infeksius dan dipisahkan dari limbah domestik.
  • Pengamanan Limbah Tajam: Wajib menggunakan Safety Box kedap dan tahan tusukan untuk jarum suntik dan lancet.
  • Penyerahan yang Aman: Petugas wajib menggunakan APD saat menyerahkan Limbah B3 Klinis kepada Tim Environment atau pihak ketiga berlisensi.

5. Pengendalian Kontak dan Tumpahan

  • Stasiun Pencuci Darurat: Eye Wash dan Safety Shower wajib tersedia dan mudah dijangkau di area rawan tumpahan kimia korosif.
  • Prosedur Tanggap Tumpahan: Pelatihan penggunaan Spill Kit dan prosedur pembersihan yang aman untuk mencegah penyebaran kontaminasi.

Secara keseluruhan, Program Kimia IH SLR adalah sistem berlapis yang memastikan pekerja terlindungi dari bahaya kimia di udara, melalui kontak kulit, dan risiko khusus di fasilitas medis darurat.